Wisata Kotagede Kerajinan Perak yang Unik

Sebenarnya wisata Kotagede kerajinan perak sudah sejak lama dijadikan sebagai destinasi utama. Namun pamornya sekarang cenderung menurun padahal menyimpan banyak spot yang cocok untuk wisata edukasi.

Kotagede sendiri terletak di salah satu kemantren daerah istimewa Yogyakarta. Jadi memang masih dalam satu lingkup wilayah yang memudahkan para wisatawan untuk menemukannya menggunakan kendaraan pribadi.

Bagi yang belum terlalu familiar tentu saja penasaran ada apa sebenarnya dalam destinasi tersebut. Sehingga kami akan menjelaskan secara detail sehingga dapat menjadi motivasi kamu berkunjung kesana.

Memang perlu disadari bahwa sekarang destinasi wisata edukasi kurang diminati oleh masyarakat umum. Namun apa salahnya kita menilik lebih jauh lagi enclave ini sehingga bisa memahami nilai di dalamnya.

Melihat Sejarah Singkat Kotagede di Yogyakarta

Ketika kita berbicara sejarah secara spesifik sendiri tentu sangat bergantung pada aspek geografisnya. Awalnya kotagede sendiri sebelum tahun 1952 masih berada di bawah kasunanan surakarta.

Posisi politiknya sendiri cukup rumit apabila kita jadikan sebagai aspek pertimbangan menuju kesana. Sehingga akan lebih kami tekankan bahwa kotagede adalah sebuah lokasi sekolah para penempa perak.

Ini sudah ada sejak zaman dahulu bahkan era kolonial semakin membuatnya terkenal. Mengapa ini bisa terjadi karena Kotagede kerajinan perak merupakan barang mewah kesukaan para bangsawan.

Produk tersebut berjaya dan dijual sampai ke seluruh dunia karena memang kualitasnya tidak bisa dipandang sebelah mata. Sehingga seharusnya kita perlu berbangga jika mengetahui sejarah ini.

Berbicara masalah perkembangan akan kami sediakan segmen tersendiri mengapa itu bisa terjadi. Sekaligus pembahasan bagaimana penurunan drastis alasan mengapa ketenaran lokasi tersebut sempat hilang.

Dari sejarah singkat tersebut tentu dapat kita lihat bahwa sudah sejak lama dijadikan sebagai lokasi edukasi. Banyak para penempa perak dari seluruh Indonesia menjadikannya sebagai kiblat berguru.

Dengan banyaknya orang belajar ke Kotagede kerajinan perak tentu ada banyak cerita menarik ketika mengunjunginya langsung. Ini adalah sebuah aspek sejarah relatif penting untuk kita jadikan sebuah pertimbangan.

Era Kejayaan Kotagede Sebagai Kiblat Penempa Perak

Meskipun sekarang ketenarannya semakin samar ketika kita telisik, sisa kejayaannya masih ada. Beberapa penempa perhiasan ternama di daerah jawa timur misalnya juga banyak berguru kesana.

Bagaimana sebenarnya awal kejayaan mengapa kasunanan tersebut bisa menjadi kiblatnya para penempa emas. Ini tidak lepas dari adanya pengaruh kekayaan yogyakarta yang memang tidak boleh dianggap sebelah mata.

Memang untuk emas sendiri awalnya sangat eksklusif bagi para bangsawan saja. Sehingga rakyat jelata menjadikan perak sebagai perhiasan untuk dikenakan ketika adanya kegiatan sosial.

Kemampuan Kotagede kerajinan perak sendiri awalnya ada beberapa cerita bervariasi. Ada yang mengatakan penempa awal berasal dari murid salah satu penempa keraton langganan sultan.

Ini adalah cerita paling masuk akal dari lainnya karena memang pada masa tersebut cukup lumrah untuk berguru pada empu ternama. Jadi warga biasa akhirnya bisa memiliki sendiri keterampilan membuat perhiasan.

Proses pembuatan kala itu tidak bisa sembarangan karena memang teknik penyepuhan terbatas pada peralatan. Sehingga ketelitian adalah modal penting untuk menghasilkan produk berkualitas.

Apabila tidak dibuat secara teliti selain menghabiskan bahan juga menghasilkan perhiasan kurang cantik. Sehingga ketelitian dan ketelatenan ini sampai sekarang masih menjadi ciri kuat para penempa kotagede.

Pengaruh Kotagede kerajinan perak sendiri cukup besar di nusantara pada masa tersebut. Sehingga tidak jarang daerah bahkan negara lain menjadikannya sebagai kiblat corak ketika menyepuh emas.

Mulainya Era Kemunduran Kotagede Kerajinan Perak

Banyak orang berpendapat bahwa tahun 1930-1940 menjadi awal kejayaan tertinggi kotagede. Hal tersebut disebabkan oleh mulai berdirinya pabrik perak yang membuat para pengrajin dituntut berinovasi lebih baik.

Padahal dapat dilihat dari statistik bahwa tahun 1950 kerajinan perak dari kasunanan tersebut hampir mampet ekspornya. Ini adalah titik kemunduran yang terjadi pada kesenian dan kerajinan masyarakat.

Memang benar pada 1930-1940 nilai penjualan mengalami lonjakan namun hanya sebentar saja. Bisa dilihat sendiri bahwa toko kerajinan perak warga menjadi semakin sepi pesanan luar daerah.

Padahal pesanan luar daerah tersebut adalah salah satu pemasukan utama Kotagede kerajinan perak. Jadi adanya manufakturing perak tersebut menjadi penyebab kemunduran karena hilangnya pasar utama.

Tidak sedikit para penempa yang harus berpindah haluan untuk mencari pendapatan lebih. Sehingga kerajinan asli dari kotagede hanya tinggal dipertahankan oleh beberapa orang saja waktu itu.

Ini merupakan salah satu sejarah yang meskipun menyakitkan perlu diakui oleh masyarakat Indonesia. Bahwa industrialisasi secara mendadak dan tanpa kalkulasi dapat mematikan rezeki dari masyarakat sekitar.

Kebangkitan kembali Kotagede kerajinan perak ini baru saja terasa pada tahun 2010 an di mana para seniman lokal mulai turun tangan. Kadar seni dari sebuah karya semakin ditingkatkan lagi agar daya saingnya menjadi naik.

Kemudian metodologi pembuatan dikembalikan pada trah sebenarnya sehingga hasilnya menjadi lebih bagus. Hal tersebut akhirnya masih bisa bertahan sampai sekarang dimana kita bisa menikmati hasilnya.

Setelah Puas Shopping Perak, Kemana Lagi

Banyak wisatawan hanya beranggapan ketika mampir ke kotagede hanya untuk berbelanja perhiasan saja. Padahal di sini juga ada beberapa destinasi wisata lainnya yang tidak kalah menarik untuk dikunjungi.

Ada benteng cepuri yang merupakan peninggalan kerajaan mataram islam pada abad 16. Lokasi ini tidak kalah menarik untuk dikunjungi karena memiliki nilai sejarah yang perlu kita lestarikan, jadi jangan di jebol.

Setelah puas melihat situs peninggalan sejarah tersebut pasti kita lapar, tenang ada pasar legi. Di pasar tersebut sudah waktunya kita kulineran setelah lelah wisata Kotagede kerajinan perak.

Berbagai kuliner tradisional yang dijual di lokasi tersebut misalnya kipo dan yangko. Jajanan lebih konvensional juga ada seperti wajik, iwel-iwel, dan nagasari yang pastinya hangat disantap ketika hangat.

Pasar ini kami rekomendasikan sebagai destinasi untuk berburu buah tangan yang lebih murah. Pasar legi sendiri masih menganut fungsinya sebagai tempat perdagangan masyarakat secara umum.

Jadi ini pasar tradisional yang lokasinya memang berada di kotagede dan bisa kita jadikan tempat mampir sejenak. Jika kamu orang yang spiritualis bisa juga mengunjungi pasarean atau komplek makam raja-raja.

Ini tentunya bisa memberikan pengalaman wisata Kotagede kerajinan perak yang cukup lengkap. Jadi kita tidak hanya berbelanja saja sampai bangkrut namun juga mendapatkan nilai sejarah yang kental.

Tidak Ingin Ribet Berwisata ke Kotagede Ini Solusinya

Bagi wisatawan luar jawa atau yang tidak paham bahasa jawa akan cukup menjengkelkan jika harus datang sendiri. Meskipun menggunakan transportasi umum seperti bus dan kereta bisa sampai Yogyakarta namun bagaimana kelilingnya.

Kami sangat menyarankan untuk menggunakan rental mobil Jogja Cemetitrans agar lebih mudah. Jika kita menggunakan jasa rental tersebut supir sudah include sehingga semakin nyaman.

Kamu sebagai wisatawan yang tidak terlalu tahu dengan daerah akan tertolong dengan adanya sopir tersebut. Untuk menuju ke berbagai destinasi ini juga bisa lebih fleksibel dan tidak memakan banyak waktu.

Apabila kamu menggunakan paket travel misalnya pasti wisata kotagede kerajinan perak akan terbatas waktunya. Sedangkan ketika melakukan rental mobil akan puas karena durasi tidak terhitung setiap destinasi saja.

Fleksibilitas seperti ini adalah hal yang perlu kamu pertimbangkan ketika melakukan perjalanan wisata. Jadi kita bisa nyaman dan mampu menikmati secara optimal agar nilai pariwisatanya juga membekas.

Ketika berkunjung hanya beberapa menit untuk sekedar melihat dan berfoto, apa esensinya. Bukankah kita berwisata mengunjungi lokasi tertentu gunanya untuk menambah pengalaman tidak sekedar post instagram.

Jadilah wisatawan yang sedikit lebih cerdas dengan meresapi semua nilai dari destinasi. Jadi adanya wisata Kotagede kerajinan perak ini kamu tidak hanya sekedar berbelanja namun memahami bagaimana sejarahnya tentunya dengan menggunakan rental mobil Jogja Cemetitrans.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *