Brajan Kerajinan Bambu yang Ternyata Justru Mendunia
Siapa yang menyangka ternyata Brajan kerajinan bambu justru menjadi destinasi wisata terkenal di mancanegara. Padahal ini awalnya tidak diproyeksi memberikan dampak terlalu signifikan.
Jika biasanya industri di Yogyakarta selalu identik dengan sejarah dan produksinya dari era kolonial, ini berbeda. Kerajinan bambu di desa Brajan, Sleman Yogyakarta ini tentu saja masih terasa hangat.
Kami akan bahas bagaimana berdirinya sentra industri sampai bisa kamu kenal seperti sekarang. Namun dibalik kisah suka tersebut tentu saja ada sebuah ironi yang dapat diambil pelajaran.
Mari kita ungkap semuanya sehingga kamu bisa memperoleh wawasan baru dari destinasi ini. Wisata tidak hanya untuk sekedar cuci mata namun juga menimba pengetahuan dari lokasi lain.

Awal Berdirinya Industri Brajan Kerajinan Bambu
Di desa kebiasaan menganyam bambu itu adalah sebuah kegiatan mundane yang jarang orang mengkomersilkannya. Bahkan Bapak Sulaiman salah seorang pelopor industri ini juga tidak mengira bisa sebesar ini.
Pada tahun 1990 an usaha bapak Sulaiman ini belum bisa dikatakan sebagai sebuah industri bahkan kelas rumahan. Beliau membuat kerajinan anyaman bambu ini hanya untuk memenuhi kebutuhan fungsional saja.
Beliau menjadikan hobi Brajan kerajinan bambu sebagai selingan sepulang dari ladang. Awalnya hanya membuat seperti kandang ayam atau keranjang saja yang bentuknya cukup simpel dan mudah dibuat.
Karena awalnya dari sebuah hobi keterampilan beliau juga terus terasah dan kualitasnya semakin bagus. Dia juga sudah mulai menjualnya pada para tetangga yang membutuhkan kandang ayam atau keranjang.
Pada tahun-tahun tersebut hanya dia seorang yang bergelut menekuni kerajinan anyaman bambu. Sampai dia semakin yakin dan mulai menjajakan anyamannya pada pasar lebih luas selain tetangga.
Jadi awal dari kecintaan dan sedikit mencari tambahan uang dapur ini adalah bakal berdirinya sebuah perusahaan besar. Brajan kerajinan bambu jenisnya sudah mulai berkembang dari fungsional sampai seni.
Pangsa pasar yang dipilih oleh bapak Sulaiman juga semakin luas karena hasil karyanya terkenal paling tangguh. Dibandingkan dengan anyaman karya lain miliknya lebih sulit untuk rusak.
Menurutnya ketahanan dan kerapian anyaman ini menjadi salah satu alasan mengapa pelanggannya banyak. Ini adalah titik awal yang sebentar lagi akan merubah bagaimana perekonomian desa tersebut.
Industrialisasi Kerajinan Bambu dari Desa Brajan
Industrialisasi mulai terjadi ketika kondisi perekonomian negara semakin sulit sehingga bapak Sulaiman juga perlu kreatif. Dia melihat bahwa hasilnya berjualan anyaman ini bisa berpotensi besar jika ditekuni.
Akhirnya dia mulai memproduksi dengan jumlah besar dan mengajak keluarganya untuk ikut menganyam. Anak perempuannya juga diajari agar bisa meningkatkan kuantitas ketika nanti hendak dijual.
Ironisnya anak perempuan dari bapak Sulaiman ini sempat malu untuk ikut menjajakan anyaman bambu. Perlu diketahui bahwa di desa pekerjaan menganyam dulu itu memang selalu diremehkan.
Namun bapak Sulaiman tetap mengajak anaknya dan memberikan tambahan upah agar mau ikut belajar. Dari sini Brajan kerajinan bambu semakin dikenal di pasar-pasar daerah Sleman dan sekitarnya.
Semakin bertambahnya pasar tentu tidak mungkin memenuhi semuanya sendiri. Akhirnya diajak juga tetangga dari bapak sulaiman yang pengangguran untuk membuat kerajinan anyaman tersebut.
Tidak butuh waktu lama, efek domino bekerja dan dari satu menjadi dua kemudian berlipat ganda. Banyak tetangga ikut dipekerjakan untuk membuat produk bambu sesuai dengan pesanan pasar.
Tentu bagi tetangga ini juga menjadi nafas lega karena waktu itu memang kondisi perekonomian cukup sulit. Sehingga Brajan kerajinan bambu menjadi salah satu solusi perekonomian masyarakat setempat.
Dari sini industrialisasi anyaman sudah bisa memenuhi banyak permintaan tidak hanya Sleman saja. Bahkan permintaan pasar dari luar daerah juga bisa dipenuhi karena banyaknya tenaga.
Produk Bambu Brajan Dikenal Dunia
Kita boleh saja skeptis, bagaimana mungkin sebuah industri yang sepele bisa sampai mancanegara. Semua itu berkat bantuan teknologi modern yang sekarang perkembangannya sangat pesat.
Meskipun usianya sudah terlampau matang ternyata bapak Sulaiman tidak alergi dengan teknologi. Justru dia berpendapat jika yang tua tidak bisa menggunakan teknologi bagaimana bisa membimbing para pemuda.
Desa Brajan kerajinan bambu menggunakan media sosial seperti facebook, instagram, dan blog digunakan untuk promosi. Sekarang produk dari Brajan ini sudah bisa ditemukan dalam e commerce.
Jadi wajar jika produknya dikenal sampai mancanegara dengan total pembelian cukup fantastis. Nilai jual yang dipertahankan oleh komunitas pengrajin desa ini adalah keakuratan dan kekuatan anyamannya.
Ketika barang memang dijadikan secara fungsional akan tetap awet dalam jangka waktu lama. Ini tentu saja membuat konsumen terutama luar negeri sangat puas terhadap quality control industri tradisional tersebut.
Tidak jarang wisatawan dari jepang atau korea selatan datang untuk belajar dan berbelanja souvenir. Setelah mereka berbelanja langsung, sampai di negara asalnya mereka memesan lagi dalam partai besar untuk dijual lagi disana.
Ini adalah salah satu bukti bagaimana kualitas dari Brajan kerajinan bambu sudah diakui oleh masyarakat internasional. Bagaimana cara para pengrajin mempertahankan kualitas tentu perlu dibanggakan.
Jika kamu tertarik untuk melihat secara langsung kesana tentu tidak masalah karena bisa menjadi sarana refreshing menyenangkan. Tidak hanya sekedar belanja namun menambah wawasan dalam membuat karya.
Belajar Pembuatan Kesenian Kriya dari Bambu
Bagi para pelajar ini adalah salah satu bentuk wisata yang paling kami rekomendasikan yaitu edukasi. Di desa Brajan siapa saja bisa mengikut kelas kerajinan bambu untuk meningkatkan kemampuannya.
Biasanya turis asing paling sering belajar disini sehingga mereka mendapatkan ilmu dari liburan di Indonesia. Bagi wisatawan lokal tentu saja ilmu seperti ini dapat dimanfaatkan sepulang dari wisata.
Kita bisa membuka salah satu industri alternatif yang berpotensi menyerap banyak tenaga kerja. Bapak Sulaiman sendiri selaku pelopor industri kriya ini juga selalu memberikan pelatihan ke seluruh Indonesia.
Adanya bukti potensi Brajan kerajinan bambu tersebut tentu bisa menggugah jiwa entrepreneur kita. Bahwa sebenarnya barang yang dianggap sepele ternyata mampu mendatangkan banyak keuntungan.
Jadi wisata ke daerah Brajan ini tidak hanya sekedar cuci mata, belanja, atau euforia saja. Namun sebagai pengunjung kita juga bisa mempelajari bagaimana memajukan desa secara lebih optimal.
Bukankah ketika kita membawa ilmu setelah liburan akan semakin bagus manfaatnya. Apalagi jika dapat diterapkan langsung ke lingkungan dan mambawa banyak dampak positif bagi masyarakat lokal.
Jadi jangan sampai lewatkan berkunjung ke Brajan kerajinan bambu untuk mengetahui detail lebih lengkapnya. Jika ingin berbelanja saja tidak masalah semua produk di sini inovatif dan tidak membosankan.
Ingin Wisata Tanpa Travel Namun Bingung Google Map, Ini Solusinya
Salah satu alasan mengapa wisatawan cenderung malas menggunakan jasa travel agent adalah keterbatasan waktu. Apalagi jika kasusnya mengunjungi Brajan untuk belajar menganyam.
Kita tidak hanya sekedar jalan-jalan, belanja, foto pulang sehingga butuh waktu jauh lebih lama. Oleh karena itu salah satu solusi terbaik berwisata ke Brajan kerajinan bambu adalah menggunakan rental mobil.
Mungkin ketakutan para wisatawan luar daerah menggunakan rental mobil adalah kurang familiar dengan destinasi. Solusinya gunakan perusahaan rental mobil terpercaya yang menyediakan sopir juga.
Salah satu jasa rental mobil Jogja yang bisa kamu gunakan adalah rental mobil Jogja CemetiTransport karena kredibilitasnya sudah terjamin. Kami adalah penyedia jasa rental mobil berkualitas bisa sekaligus sopirnya.
Jadi kamu bisa lebih fleksibel dalam mengatur jadwal harian ketika liburan tanpa khawatir dikejar deadline. Ini adalah solusi terbaik yang dapat kamu jadikan sebagai salah satu referensi ketika liburan.
Jika sudah tahu seperti apa sejarah dan perkembangan Brajan tentu kamu tertarik kesana. Ketika mengunjungi Brajan kerajinan bambu jangan lupa pakai rental mobil Jogja CemetiTransport agar wisata semakin nyaman.
