Bukit Paralayang Parangtritis yang Wajib Masuk List Kunjungan

Menguji adrenalin dengan liburan seru di Bukit Paralayang Parangtritis wajib masuk list kunjungan ketika kamu berkunjung ke Yogyakarta. Khusus untuk kamu yang tidak fobia ketinggian dan bernyali besar, sarana wisata ini dapat menetralisir segala mood buruk.

Kamu bebas berteriak sesuka hati ketika berada di udara, tetapi jika pada saat terbang didampingi ahli maka teriakan tersebut harus dikontrol juga. Penikmat tantangan pasti suka mengikuti kegiatan ini karena dapat melihat secara jelas alam Parangtritis dari atas.

Bukit Paralayang Parangtritis

Keseruan dan Harga Tiket di Bukit Paralayang Parangtritis

Lokasi bukitnya ada di Bantul, Yogyakarta. Selain bisa menikmati kegiatan memacu adrenalin, di sini juga bisa menjadi tempat asyik menikmati matahari tenggelam saat petang. Tidak perlu jauh ke pantai untuk menunggu tenggelamnya matahari.

Jika ingin momen matahari terbit juga bisa dinikmati tanpa harus naik gunung terlebih dahulu. Bukit Paralayang Parangtritis menjadi alternatif paling pas untuk siapa saja yang ingin menikmati kedua momen tersebut.

Kamu bisa duduk di atas bukit atau pegunungan sambil menikmati keindahan pantai di bawahnya. Sejauh mata memandang, sekalipun tidak naik paralayang, mata kamu sudah dimanjakan oleh hijaunya pepohonan serta merdunya suara burung yang datang dan pergi.

Wahana wisata ini masuk ke dalam kawasan Pantai Parangtritis sehingga untuk menikmati destinasinya, kamu harus bayar Rp10.000 dulu baru bisa masuk ke area pantai. Sementara lokasi bukitnya masih sekitar 2 kilometer dari gerbang masuk pantai.

Sesampainya di bukit, siapkan tiket masuk lagi Rp5.000 per orang. Sementara untuk parkir kendaraan roda dua berkisar antara Rp3.000 hingga Rp5.000. Bagi pengunjung yang membawa mobil atau bus maka tarif parkirnya dikenakan sebanyak Rp10.000.

Cukup naik bukit sampai ketinggian 500 meter saja kamu sudah bisa menikmati matahari terbit, matahari terbenam, juga keindahan Pantai Parangtritis dari atas. Jangan lupa untuk membawa kamera agar bisa mengabadikan momen liburan di Yogyakarta.

Daftar Harga Makanan dan Minuman

Menunggu matahari terbit atau terbenam dari ketinggian tertentu rasanya kurang lengkap jika tidak disertai makan maupun minum. Kamu bisa membawa bekal sendiri agar lebih hemat. Tapi, jika ingin lebih simple bisa membeli aneka makanan dan minuman di lokasi.

Harganya masih terjangkau dan pengunjung dipersilakan duduk pada bangku panjang yang tersedia sekitar 10 unit. Setelah lelah menanjak ke atas bukit, kamu dapat mengeluarkan uang sebesar Rp13.000 saja untuk satu buah kelapa muda, rasanya segar dan manis.

Jika ingin sajian minuman dingin, tersedia juga penjual es teh manis, es jeruk, juga es carica. Lengkap juga tersedia aneka minuman hangat, seperti jahe, kopi, coklat, hingga susu. Kisaran harganya beragam, namun rata-rata dimulai dari Rp5.000 saja per porsi.

Aneka menu makanan diantaranya adalah mie dalam cup, nasi goreng, mie goreng dan mie rebus, nasi campur sayur lodeh, ikan asin goreng, telur dadar krispi, juga pisang goreng. Memilih menu pisang goreng saat pagi atau sore ditemani kopi hangat adalah pilihan tepat.

Tersedia sambal dadak dan sambal kecap untuk menambah cita rasa makanan. Kamu cukup menambahkan pembayaran sebesar Rp4.000 saja maka sajian sambal dadak dan sambal kecap tersebut akan dengan senang hati disediakan para pemilik warung makanan.

Waktu Operasional Bukit Paralayang Parangtritis

Tadi harga tiket sebesar Rp5.000 hanya untuk menikmati pemandangan alam dari atas bukit. Sementara, jika kamu ingin mencoba paralayang maka diharuskan membayar Rp450.000 per orang. Harga tiket tersebut sudah dilengkapi dengan atribut keamanan dan guide.

Sekalipun ini kali pertama kamu mencoba terbang, dengan adanya guide maka semua terjamin keamanannya. Destinasi satu ini beroperasi setiap hari mulai pukul 08.30 hingga 19.00. Biasanya kegiatan paralayang berlangsung pada siang hari.

Sementara saat pagi dan sore hari, kebanyakan orang lebih antusias untuk menikmati pemandangan dari atas bukitnya saja. Hal yang perlu diperhatikan ketika kamu makan dan minum di lokasi adalah jangan lupa untuk membuang sampah pada tempatnya.

Alangkah baiknya bungkus makanan maupun minuman dibawa turun dan dibuang sampai kamu menemukan tempat sampah. Alih-alih dibuang sembarangan dengan alasan tidak menemukan tempat sampah atau tempat sampahnya terlalu penuh.

Berdasarkan pengalaman para pengunjung sebelumnya, waktu kunjungan paling ramai mulai dari pukul 16.00 ke atas. Ramai orang mencari momen matahari terbenam dari puncak bukit. Ramai juga orang memesan makanan pada warung penjaja kudapan di lokasi.

Sekitar destinasi sangat nyaman, sudah dibangun dudukan nyaman dari bata sehingga sekalipun tidak membawa tikar, kamu bisa tetap menikmati alam dengan tenang. Mulai dari pasangan muda sampai keluarga kecil terlihat mengunjungi destinasi liburan satu ini.

Rute untuk Menuju Lokasi Bukit

Salah satu tempat berlibur ini memiliki ketinggian 900 mdpl. Sekalipun terbilang memiliki ketinggian yang tidak terlalu curam seperti gunung, akan tetapi tetap dibutuhkan tenaga ekstra agar bisa mencapai lokasi. Apalagi jika kamu membawa anak-anak.

Sebenarnya pengelola telah melakukan pembangunan sehingga jalan menuju puncak bukitnya tidak terjal. Jalanannya lurus, akan tetapi tentunya terus menanjak karena lokasi ada di atas. Pengunjung bisa terus berjalan sampai tiba di Hotel Melati.

Setibanya di Hotel Melati, perjalanan bisa dilanjutkan kembali menuju lokasi paralayang. Setibanya di lokasi paralayang, lanjutkan lagi perjalanan sampai tiba di bukit atau lokasi paling atas. Lagi-lagi, rutenya tidak sesulit itu ditempuh karena sudah terbangun tangga.

Yang perlu diperhatikan ketika memutuskan menaiki bukit adalah menyiapkan stamina sebelum perjalanan dimulai. Karena ketinggian 90 derajat akan menjadi rute perjalanan yang harus dilewati ketika memulai dan mengakhirinya di atas bukit.

Sebenarnya jika kamu santai dan menikmati perjalanan dari bawah sampai atas, medan menanjak itu tidak akan terlalu melelahkan. Apalagi di sekeliling anak tangga dilengkapi dengan pepohonan rimbun sehingga suasana akan selalu sejuk meskipun rute menanjak.

Tepatnya, lokasi wisata ini ada di hutan daerah Desa Giricahyo, Purwosari, Gunungkidul. Tepatnya, lokasi berjarak sekitar 30 kilometer dari pusat kota Yogyakarta. Jika menggunakan kendaraan maka kamu bisa menghabiskan kurang lebih satu jam dari kota ke lokasi.

Fakta Menarik Tentang Bukit Gupit

Fakta menarik terkait Bukit Paralayang Parangtritis adalah sebenarnya nama asli bukitnya juga paralayang, melainkan Bukit Gupit. Lantas kenapa ada embel-embel paralayangnya? Karena ketika mengunjungi lokasi, kamu bisa melihat bahkan merasakan naik paralayang.

Air Show tahun 2014 merupakan ajang olahraga nasional yang semakin membuat popularitas bukitnya semakin tenar dengan nama paralayang. Dari atas bukitnya, kamu bisa melihat suasana alam sekaligus berbagai rumah para penduduk di sekitar sana.

Untuk pengunjung luar daerah, khususnya penduduk kota, menyaksikan kehidupan masyarakat desa bisa menjadi healing juga. Jika tidak ingin naik paralayangnya, kamu bisa menonton saja latihan para atlet atau juga menikmati aksi yang dilakukan profesional.

Sekitar lokasi sudah dilengkapi dengan toilet, warung penjaja makanan, juga mushola untuk melaksanakan ibadah bagi umat Muslim. Ada banyak destinasi wisata seru di Yogya, jangan lupa masukkan Bukit Gupit ini ke dalam salah satu list yang harus dikunjungi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *