Gudheg Yu Djum Kuliner Legendaris dari Jogja
Jogja memang penuh pesona. Dari wisata sejarah, wisata alam sampai kuliner khas daerah setempat. Salah satu kuliner khas kota Jogja adalah gudeg. Diantara dari sekian warung gudeg, warung gudeg yang hits adalah gudeg Yu Djum. Gudeg Yu Djum adalah salah satu kuliner legendaris di Yogyakarta. Pendirinya Djuwariyah, yang merintis usahanya sejak tahun 1950. Djuwariyah adalah nama Yu Djum sendiri. Panggilan ini berawal dari para pelanggan yang sering memanggil “Yu” ( singkatan dari mbakyu) dan “Djum” yang merupakan nama pendek dari Djuwariyah.

Sejarah Gudheg Yu Djum
Djuwariyah memulai usahanya masih berusia 17 tahun. Ia pantang menyerah dalam merintis usahanya sejak tahun 1951. Sempat mengalami jatuh bangun dalam usahanya, kini Gudeg Yu Djum menjadi salah satu gudeg legendaris di Yogyakarta. Djuwariyah atau Yu Djum memiliki bisnis kuliner khas Jogja ini dari keluarganya. Resep masakan Gudeg Yu Djum pertama kali diracik oleh ibunya. Dengan berbekal resep itu, Yu Djum kemudian mulai membuat sendiri gudegnya yang kemudian Ia jual bersama sang suami.Ia memiliki cita-cita membangun rumah makan gudeg sendiri sejak remaja. Dengan tekad yang kuat ia bisa mewujudkan cita-citanya. Ia mencari modal untuk bisa mewujudkan cita-citanya dengan menjual rumput untuk pakan ternak tetangganya. Ia gunakan modal ini untuk membeli peralatan dan segala macam kebutuhan memasak gudeg.
Ia dan suami menjajakan gudegnya dengan berjualan keliling. Setelah dua tahun berjualan keliling, Ia dan suami bisa mengumpulkan dana untuk membeli sebuah rumah di daerah Mbarek, Karang Asem, Depok, Sleman. Tepatnya di kampung Karangasem – Mbarek, Jalan Kaliurang KM 4,5 CT III/22. Di tempat ini gudeg dimasak lalu kemudian dibawa ke kampung Wijilan. Di kampung Wijilan Yu Djum menjajakan gudegnya. Kampung Widjilan ini berada di sebelah selatan Pelengkung Wijilan. Ia membuat lapak kecil dengan meja dan kursi yang sangat sederhana. Dengan menggunakan becak ia bolak balik Mbarek-Wijilan untuk menjual gudhegnya.
Semangatnya yang pantang menyerah Yu Jum bisa membeli bangunan rumah di Wijilan. Akhirnya tahun 1985 warung gudeg Yu Djum dibuka di Wijilan. Dari tahun ke tahun Gudeg Yu Djum mulai dikenal oleh masyarakat Jogja dan sekitarnya. Seiring berkembangnya zaman, pada tahun 1993 dapur utama yang terletak di kampung Karangasem difungsikan pula sebagai untuk berjualan gudeg. Dan dapur Yu Djum yang berlokasi di Kampung Karangasem ini disebut sebagai Gudeg Yu Djum Pusat. Sedangkan Gudeg Yu Djum Wijilan yang berada di jalan Wijilan No.167 Yogyakarta ini memiliki nama Gudeg Yu Djum 167. Dan sertifikat halal dari MUI pun sudah dikantonginya. Sertifikat halal dari LPPOM MUI ini merupakan bentuk komitmen Gudeg Yu Djum Wijilan 167 untuk jaminan kehalalan produk yang disajikan kepada konsumen. Gudeg Yu Djum Wijilan 167 ini memang sangat strategis. Berada di dekat Kraton Jogjakarta, yang merupakan pusat kota Jogja sehingga selalu menjadi jujugan wisatawan. . Saat ini Gudeg Yu Djum semakin beberkembang. Beberapa cabang di lokasi strategis untuk memenuhi para pelanggan. Nah, berikut beberapa cabang gudeg Yu Djum. Ada yang berada di Wonosari dan Wates.
-Jl. Kaliurang KM 4,5 CT III/22 Karangasem – Mbarek- Yogyakarta
-Jl. Laksda Adisucipto Km. 8,7 (Samping Hotel Sheraton) Yogyakarta
-Jl. Wates Km. 5,5 Ambarketawang Gamping, Sleman, Yogyakarta
-Jl. Wonosari – Yogya Km.7, Gading Playen – Gunungkidul
-Jl. Wates – Purworejo Km. 10, Temon, Kulon Progo – Yogyakarta (Sebelum YIA)
-Jl. Prof Yohanes no.1110 – Sagan – Terban, Gondokusuman
Gudeg Yu Djum memang telah menjadi kuliner ikonik khas Yogyakarta. Rasa khas gudegnya yang manis, gurih ini berasal dari bahan-bahan pilihan dan bermutu. Dimasak dengan cara tradisional dengan tetap mempertahankan ” Original recipe”. Satu porsi gudeg berisi nasi yang disajikan dengan gudeg, ayam opor, telur dan krecek. Sedangkan untuk menu lauk lain diantaranya tempe, tahu, ampela, ati dan telur dadar. Harganya juga bervariasi tergantung paket yang diinginkan. Ada beberapa menu paket gudheg, antara lain
- Gudeg + Krecek,Ayam ½ ekor, Telur 5. Rp 285.000 (Kendil / Besek)
- Gudeg + Krecek,Ayam ½ ekorTelur 10, Rp 330.000 (Kendil / Besek)
- Gudeg +Krecek, Ayam 1 ekor, Telur 5.
- Rp 80.000 (Besek), Gudeg + Krecek, Paha Bawah Ayam 1, Rp 115.000 (Besek).
- Gudeg + Gudeg + Krecek,Dada / Paha Atas Ayam 1, Sayap Ayam / Rampela Ati 1,Kepala Rp 80.000 (Besek).
- Gudeg Telur , 5, Rp 150.000 (Besek).
- Gudeg Telur 10 MhnRp 140.000 (Besek).
- Gudeg + Krecek Ayam ½ el ko jiRp 260.000 (Besek/ Kendil)
Jika anda sudah membeli paket dan ingin menambah menu lagi boleh banget. Misal mau menambah Krecek (DOS) Rp 50.000, Tambahan Gudeg (DOS) Rp 50.000. Harga Box Putih = Rp 10.000. Harga Box Besar = Rp 15.000
Bahan Terbaik Untuk Menjaga Kualitas
Selain original recipe turun temurun, yang membuat enak dan khas dari gudheg Wijilan ini adalah bahan-bahan dibuat dengan bahan kualitas terbaik. Sehingga rasa khas Gudeg dari dulu sampai sekarang tetap terjaga keasliannya. Daging yang digunakan pun menggunakan daging ayam kampung dan daging bebek kampung. Daging ayam dan bebeknya pun harus fresh, diantar setiap hari dari pemasok lokal. Penggunaan hanya ayam dan bebek kampung ini karena rasa ayam dan bebek kampung lebih lezat dibandingkan bebek atau ayam yang lain. Telur yang digunakan pun adalah telur bebek yang berkualitas. Untuk kreceknya juga memiliki kualitas unggul yang diambil dari pemasok lokal. Untuk bahan utama gudeg yaitu Gori (Nangka Muda) diperoleh dari daerah Prembun. Gori yang dipakai sebagai bahan gudeg ini dipanen ketika tingkat kematangan yang tepat sehingga memiliki cita rasa dan tekstur yang khas. Beras sebagai bahan nasi dipilih yang memiliki kualitas tinggi, agar rasa tetap enak. Cara masaknya pun secara tradisional menggunakan kayu bakar. Cara masak seperti ini butuh waktu yang lebih lama dibanding dimasak menggunakan kompor. Ini dilakukan agar bisa mempertahankan kualitas rasa. Woww, keren bukan pengolahan gudeg Widjilan, sampai sedetail ini. Maka Tak heran jika kualitas rasa masih tetap terjaga hingga saat ini.
Inovasi Produk
Bisnis kuliner juga memerlukan sebuah inovasi. Agar tetap bisa bersaing di tengah menjamurnya bisnis kuliner nusantara serta perkembangan pariwisata. Oleh karena itu, Gudeg Yu Djum membuat inovasi gudeg dengan kemasan kaleng. Produk gudeg kaleng ini, tak beda dengan gudeg kemasan lain. Gudheg dimasukkan ke dalam kaleng, yang akan tahan lama dengan masa expired mencapai satu tahun. yang pedas. Gudeg kaleng ini bisa dijadikan oleh-oleh khas Jogja. Dengan kemasan kaleng ini praktis dan higienis untuk dibawa sampai ke luar ke luar Jogja. Gudeg kaleng memiliki 7 varian rasa. Gudeg dengan kemasan kaleng ini dibandrol dengan harga 50K per kalengnya. Inovasi tak berhenti sampai disini, untuk menggaet kaum millennial, Gudeg Yu Djum menciptakan varian rasa baru yaitu gudeg mercon. Gudeg mercon memiliki rasa yang pedas luar biasa, yang biasanya kaum millennial suka yang pedas.
Fasilitas Gudeg Yu Djum
Selain memperhatikan cita rasa yang lezat, fasilitas di warung Gudeg Yu Djum juga menjadi perhatian. Respon cepat kepada pengunjung, toilet yang memadai, parkir yang luas, menjadi perhatian untuk kepuasaan para pelanggan. Tersedia juga loket khusus untuk ojol. Taruf parkir kendaraan roda dua harus membayar tariff parkir sebesar Rp 2 ribu sedangkan untuk kendaraan roda 4 sebesar Rp 3 ribu – 5 ribu. Penasaran ingin mencicipi kuliner yang satu ini? Atau rindu dengan masakan gudheg Yu Djum? Anda bisa mengunjungi gudheg Yu Djum yang sudah tersebar di kota Jogjakarta.
