Sate Mak Adi, Rekomendasi Kuliner Malam Yogyakarta
Berwisata ke Yogyakarta kurang afdol jika belum mencicipi berbagai kuliner malamnya yang sangat terkenal. Sate Mak Adi menjadi salah satu pilihan yang kami rekomendasikan kali ini agar wajib kamu coba.
Terdiri dari dua menu sate, yaitu jenis klathak dan krenyos. Sate klathak sendiri terbuat dari bahan dasar kambing. Istilah ini dipakai karena saat proses pembakaran sate, orang Jawa menyebutnya sebagai klathak.
Fakta uniknya, lokasi warung Mak Adi masih sama sejak tahun 1995, hanya berbeda di bagian renovasi agar tempatnya lebih luas. Untuk informasi selengkapnya, simak penjelasan mengenai kuliner Mak Adi berikut.

Mengenal Sate Klathak Mak Adi yang Sangat Laris di Yogyakarta
Sate Mak Adi cukup terkenal di daerah Yogyakarta karena sangat ramai oleh pembeli setiap harinya. Tidak heran jika dalam sehari, warung Mak Adi mampu menghabiskan sekitar 5 – 10 ekor kambing.
Penyajiannya juga tidak jauh berbeda dari sate biasa, yaitu menggunakan piring ukuran tanggung, tapi kuahnya diletakkan di piring terpisah. Penggunaan bumbunya juga seperti ragam sate lainnya yang menggunakan garam dan lada.
Namun ada perbedaannya dari jenis sate lainnya yang umumnya menggunakan tusukan bambu. Sementara sate klathak menggunakan tusukan besi, tujuannya sebagai penghantar panas, agar saat dibakar matangnya meresap sampai ke dalam.
Untuk kuahnya sendiri, sate klathak Mak Adi menggunakan kuah gulai yang kaya akan rempah – rempah. Terkadang kuah tersebut dicampur menggunakan sumsum tulang kambing kemudian direbus sekitar 30 menit dengan api kecil.
Proses memasak yang spesial dan totalitas ini membuat banyak wisatawan lokal maupun internasional sering mengunjunginya. Selain itu, penyajiannya juga cukup menarik perhatian orang – orang yang lewat di sekitarnya.
Hal ini dikarenakan lokasi warung sangat jelas berada di pinggir jalan. Sementara daging kambingnya sudah dipotong seset, tulangnya digantung di angkringan tepat menghadap jalan untuk menandakan sudah banyak pesanan yang dilayani.
Penggunaan daging kambing dikarenakan saat dipotong, uratnya masih tegang sehingga proses penggantungan dilakukan agar urat tersebut lemas. Jadi ketika potongan – potongan daging tersebut dimasak, tidak akan alot.
Biasanya pembeli menyantap sate klathak ditemani tongseng atau tengkleng. Kamu juga bisa menambah menu lainnya seperti nasi goreng kambing atau sate krenyos goreng yang juga jadi menu andalan Mak Adi.
Sejarah Berdirinya Warung Sate Mak Adi
Sebagai salah satu kuliner legendaris dan terkenal di Yogyakarta, warung Sate Mak Adi memang telah berdiri sejak lama. Pemiliknya adalah Hendyas Feri Aditya yang disebut memilih berbisnis sate daripada melanjutkan pendidikannya.
Ia merupakan generasi kedua sebagai penerus kuliner legendaris di Yogyakarta ini. Walaupun sudah terkenal dan berdiri sejak tahun 1993, awalnya Hendyas malu jika memulai bisnis di bidang kuliner sate.
Dikarenakan ada anggapan ndeso dari teman – temannya. Namun Hendyas tetap melanjutkan bisnisnya tersebut karena yakin akan masa depan usaha satenya itu. Sedangkan asal usul istilah sate klathak ini disebut secara spontan.
Simbah dari Hendyas menyebutnya secara spontan sebagai sate klathak karena bunyi bumbu garam yang dihasilkan saat proses pembakarannya. Dalam satu porsi, penyajiannya terdiri dari 2 tusuk sate klathak dengan kuah gulai.
Warung Mak Adi ini juga memiliki satu peternakan khusus kambing. Pemilihan kambingnya berbeda dari ragam sate lainnya, yaitu menggunakan kambing muda usia 6 – 8 bulan.
Seluruh daging tidak berbau amis karena tidak menggunakan jenis kambing desa. Melainkan menggunakan domba dengan makan sehari – hari berupa rumput pilihan saja, berbeda dari kambing yang makan makanan sembarangan.
Berbicara tentang rekomendasi kuliner legendaris Yogyakarta, warung Mak Adi ini memang memiliki potensi untuk tetap ramai dikunjungi pelanggan. Mengingat bisnis kuliner juga menjadi area menjanjikan di kota wisata seperti Yogyakarta.
Walaupun sudah usia tua, namun kuliner ini nyatanya masih tetap eksis. Tidak heran jika Hendyas berharap agar pemerintah setempat memberikan hak paten pada bisnisnya supaya dijadikan sebagai warisan dari Kabupaten Bantul.
Sate Krenyos Jadi Menu Andalan Lainnya
Membahas tentang menu andalan lainnya dari warung Mak Adi, sate krenyos goreng juga cukup dikenal oleh para kulineran karena keunikannya. Bahan utamanya merupakan lemak kambing khusus.
Tepatnya sandung lamur atau lemak putih kenyal yang biasanya menempel di bagian daging kambingnya. Jadi ini bukan lemak murni karena ada sedikit campuran dagingnya. Untuk proses pengolahannya hanya sekitar 5 menit.
Pada tahap pertama, dilakukan pemisahan antara daging dengan sandung lamur, lalu lemak tersebut dipotong menjadi ukuran kecil – kecil. Kemudian potongan tersebut dimasukkan dalam minyak goreng panas hingga mendidih.
Keunikan lainnya dari sate krenyos Mak Adi ini adalah menggunakan arang saat proses penggorengan dengan tujuan semakin menonjolkan cita rasanya. Saat digoreng juga ditambahkan beberapa sendok kuah gulai.
Lalu dicampur menggunakan bumbu rempah – rempah supaya sandung lamurnya semakin nikmat. Sedangkan untuk tingkat kematangannya, digoreng hingga sedikit garing, namun beberapa pembeli meminta setengah matang agar ada tekstur kenyal.
Kemudian sandung lamur dapat disajikan bersama sambal bumbu kecap layaknya sate pada umumnya. Sama seperti sate klathak, penyajian bumbu sate krenyos juga diletakkan pada piring berbeda.
Kalau kamu menyukai rasa manis, menggunakan sambal bumbu kecap merupakan pilihan tepat. Tetapi jika ingin mencoba rasa lebih gurih dan asin, kamu bisa meminta pada penjualnya untuk menggunakan bumbu gulai.
Lokasi dan Jam Operasional Kuliner Yogyakarta Sate Mak Adi
Awalnya, Sate Mak Adi memiliki 4 cabang dan tersebar pada beberapa daerah di Yogyakarta. Namun dikarenakan terjadi bencana alam gempa bumi Jogja pada tahun 2006, akhirnya 3 warung tersebut ambruk.
Tinggal tersisa satu warung di daerah Jalan Imogiri Timur Km 10, Dusun Jati, Kelurahan Wonokromo, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Yaitu utara jalan perempatan Jejeran atau selatan SPBU Imogiri Timur.
Akhirnya, warung satu inilah yang akhirnya dijadikan sebagai tempat bisnis utama sampai sekarang. Lokasinya juga dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat serta akses jalan mudah dicapai.
Kalau kamu berniat datang mencicipi kuliner legendaris ini, harap dapat bersabar karena warungnya selalu ramai pengunjung. Jam operasional Sate Mak Adi ini dimulai sejak pukul 10.00 – 01.00 WIB.
Jadi kami sarankan agar kamu datang saat mendekati jam buka agar mendapatkan tempat. Atau jika kamu adalah traveler, maka bisa datang di jam – jam makan siang atau sore hari.
Sementara untuk harga seluruh menu, satu porsinya dibanderol mulai Rp. 20.000. Tetapi jangan salah paham, untuk sate klathak sendiri, harga tersebut telah mencakup 2 tusuk sate ukuran potongan daging besar – besar.
Jadi, berlibur ke Kota Yogyakarta memang kurang nikmat rasanya jika tidak mencicipi berbagai kuliner legendarisnya. Tidak ada salahnya untuk menghabiskan waktu sore hingga malam hari sambil menikmati empuknya sate kambing. Segera kunjungi dan rasakan nikmatnya sate klathak, sate krenyos, tengkleng, tongseng, atau nasi goreng kambing. Dengan harga ekonomis, kamu bisa menikmati setiap menu warung Mak Adi bersama keluarga atau kerabat terdekat.